SELAMAT MEMBACA, SEMOGA BERMANFAAT
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

4/27/2012

CUKUP KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT


"Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!" (HR. Tirmidzi)

Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.

Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

1. Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga
Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.

Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, "Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)."

Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata. Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, "Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan." Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.

Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44, "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) dating azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: 'Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.."

2. Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa
Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan 'habis', usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.

Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan. Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.

Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya. Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.

Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naïf kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.

3. Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa
Islam menggariskan bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.

Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang. Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.

Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.

4. Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara
Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.

5. Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga
Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

"Ad-Dun-ya mazra'atul lil akhirah." (Dunia adalah ladang buat akhirat)

Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.
Selengkapnya...

4/06/2012

Menolak Untuk Masuk Surga




Surga luasnya seukuran luas langit dan bumi. Orang yang tidak taat kepada Rosululloh berarti menolak masuk surg.



Wa qola Shollallohu ‘alaihi wa salam (kul-lu um-mati yad’khulunal jan-nata il-la man aba. Qolu wa man ya’ba ya Rosulalloh ? qola man ato’ani dakholal jan-nata, wa man ya’ba fa qod aba)
Hadits Riwayat Sohih Bukhori fii Kitabul Khutbah hal.14
Dan bersabda Nabi Muhammad SAW (semua umatku masuk ke surga kecuali orang yang menolak> berkata mereka (sohabat) dan siapa yang menolak wahai Rosulillah ?. bersabda (Nabi) < barang siapa yang taat padaku maka dia dapat masuk ke surga , dan barang siapa yang menentang(tidak mau taat) maka dia menolak untuk masuk surga)
Menelaah pengertian hadits di atas sepintas terasa mudah untuk masuk surga, dengan kalimat pembukaan kalam Nabi “ Semua umatku masuk surga kecuali yang menolak !
Sampai di sini seakan terperangah kita dibuatnya, kenapa sampai ada orang menolah masuk surga. Aneh sekali !!
Sedangkan sebagaimana yang telah digambarkan dalam beberapa ayat di Al-Quran dan hadits, surga adalah tempatnya segala kebahagianan, kenikmatan yang kekal abadi selama-lamanya, sedangkan saat ini di mana letaknya surga itu ? . Saat kiyamat sudah terjadi yang diawali dengan beberapa tandanya, maka periode berikutnya adalah hari akhir yang hanya ada dua tempat , surga atau neraka. Tempat segala penderitaan, kesengsaraan yang tiada terperikan , kekal abadi selama-lamanya itulah neraka.
Kalau di akhirat kelak ada orang menolak mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan sedangkan tempat yang lain adalah neraka yang sangat jauh sekali keadaannya dibanding neraka, apa yang sebenarnya mereka inginkan?.
Wajar saja ada sohabat yang terusik pikirannya atas peryataan Nabi di atas lantas spontan melontarkan pertanyaan “ Siapa yang menolak wahai Rosulillah ? “ jawabannya “ siapa yang taat padaku dia masuk surga , bagi yang menentang itu pertanda dia menolak masuk surga”.
Menelaah pengertian hadits di atas sepintas terasa mudah untuk masuk surga, dengan kalimat pembukaan kalam Nabi “ Semua umatku masuk surga kecuali yang menolak !
Sampai di sini seakan terperangah kita dibuatnya, kenapa sampai ada orang menolah masuk surga. Aneh sekali !!
Sedangkan sebagaimana yang telah digambarkan dalam beberapa ayat di Al-Quran dan hadits, surga adalah tempatnya segala kebahagianan, kenikmatan yang kekal abadi selama-lamanya, sedangkan saat ini di mana letaknya surga itu ? Saat kiyamat sudah terjadi yang diawali dengan beberapa tandanya -à maka periode berikutnya adalah hari akhir yang hanya ada dua tempat , surga atau neraka. Tempat segala penderitaan, kesengsaraan yang tiada terperikan , kekal abadi selama-lamanya itulah neraka.
Kalau di akhirat kelak ada orang menolak mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan sedangkan tempat yang lain adalah neraka yang sangat jauh sekali keadaannya dibanding neraka, apa yang sebenarnya mereka inginkan?.
Wajar saja ada sohabat yang terusik pikirannya atas peryataan Nabi di atas lantas spontan melontarkan pertanyaan “ Siapa yang menolak wahai Rosulillah ? “ jawabannya “ siapa yang taat padaku dia masuk surga, bagi yang tidak taat ( menentang) Nabi itu pertanda dia menolak masuk surga”.
Lalu bagaimana agar kita dapat berhasil masuk ke surga menurut penjelasan hadits di atas?
Rupanya jawaban dari Rosululloh SAW sangat singkat namun penuh dengan pengertian yang mendalam. Taat kepada Nabi dan tidak menentangnya , ini erat hubungannya dengan perintah Alloh SWT dalam Surah An-Nisa (4);13 “ Demikianlah batas2 aturan dari Alloh SWT, barang siapa yang taat kepada Alloh dan utusannya maka Alloh akan memasukkan ked ala surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, kekal mereka di dalamnya dan demikian ( berhasil masuk surga) adalah keberuntungan yang agung”.
Searah dengan pengertian ayat tersebut , hadits pada posting kita kali ini lebih mudah ditangkap maksudnya.
Agar kita dapat digolongkan sebagai hamba yang taat mengerjakan perintah dan menjauhi larangan, tentu kita lebih dulu berusaha mengetahui apa saja yang diperintah dan apa pula yang dilarang, maka langkah pertama adalah belajar memahami al-Quran dan al-Hadits.
Dengan cara demikian maka akan semakin mendekatkan antara cita-cit kita dengan kenyataan berhasil masuk surga selamat dari neraka.
Selengkapnya...

Cara Wanita Menjaga Kecantikan Abadi


Bukanlah cantik itu cantiknya tubuh & pakaian melainkan cantik oleh karena ilmu dan budi pekerti.(fii nadzom..
Hadits Muslim juz 8 hal.148
Dari Abi Sa’id al-Khudri dan Abi Huroiroh dari Nabi Muhammad SAW bersabda : menyeru (di akhirat) orang yang mengumumkan “ sesungguhnya kamu akan sehat dan tidak akan sakit selamanya, dan sesungguhnya kamu akan hidup dan tidak akan mati selamanya, dan sesungguhnya kamu akan muda dan tidak akan tua selamanya, dan kamu akan bahagia tidak akan susah selamanya , dan itulah firman Yang Maha Mulya dan Maha Agung dan diseru kamu bahwa demikian surga yang diwariskan kepadamu karena apapun yang telah kamu amalkan”
Memiliki wajah cantik dan kulit mulus adalah dambaan setiap wanita di dunia. Sebuah blog di dunia maya bahkan menayangkan rahasia kecantikan wanita dari lima negara. Mereka mempunyai tips sedemikian rupa sehingga karena kecantikannya membuat perempuan2 disana merasa seperti dipuja-puja bagaikan bidadari. Resep kecantikan tersebut berasal dari nenek moyang mereka.
Ratu Cleopatra dari Mesir tidak saja meninggalkan kisah cintanya , melainkan juga meninggalkan rahasia kecantikan untuk wanita. Konon katanya Cleopatra gemar menggunakan susu dan madu untuk kecantikan wajahnya. Dia juga sering mandi dengan garam laut dan lumpur laut mati.
Dengan berbagai caranya wanita ( meski relative, tidak semuanya) berusaha agar tetap cantik, menarik, selalu sehat segar dsb, meskipun secara kodrati tetap tidak dapat melawan hukum alam. Hukum alam sebenarnya adalah hukum Alloh juga. Semakin bertambahnya umur maka sel-sel tubuh mengalami kerusakan, baik organ tubuh bagian dalam seperti tulang, otot, maupun yang terlihat seperti rambut yang semakin memutih, kulit yang semakin kendur atau keriput. Kalau ada wanita yang hingga berusia 70 tahun lebih masih terlihat segar bugar dan cantik enerjik, maka hal itu sangat jarang dijumpai. Barangkali saja wanita yang senantiasa berusaha agar selalu nampak muda dan cantik adalah wanita yang memang “dari sononya” dikaruniai tampang yang “lumayan”, sedang bagi yang diberi rejeki face pas-pasan atau tidak “bernasib untung” boleh jadi justru pasrah apa adanya dengan taqdir…
Secara umum sebenarnya manusia menyadari bahwa segala yang ada di dunia ini hanyalah sementara, tiada yang abadi. Manusia dihidupkan di atas bumi ini oleh Alloh SWT diberikan kepandaian, harta, kedudukan, kecantikan, popularitas dan segalanya hakikatnya semua adalah “pinjaman” dari Alloh SWT yang setiap saat akan diminta kembali. Bukankah Rosulullohi SAW mengajarkan do’a istirja’ yang selayaknya diucapkan ketika mengelami musibah.
Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dari pada kehidupan yang awal (dunia) “ wa lal akhirotu khoirul-laka minal ula = dan niscaya kehidupan akhirat itu lebih baik dari pada yang awal (dunia) QS Adh-Dhukha ( 93); 4.
Berusaha menjaga kesehatan, mengendalikan pola makanan, fitness , melengkapi koleksi alat-alat dan bahan kosmetik, rajin ke tempat perawatan tubuh bagi wanita yang tentu saja memerlukan pembiayaan atau bagi semua orang di dunia ini sah-sah saja, namun melirik hadits sabda Nabi di atas, maka alangkah baiknya jika kita berusaha untuk mendapatkankan hasil yang lebih kekal. Cantik , ganteng ukurannya juga relatif dan sifatnya subyektif tergantung yang menilai, tidak ada ukuran pasti. Kalau sudah terlanjur cinta maka ” tahi kucing rasa coklat” ….katanya
Kisah yang ditulis pada hadits tersebut pada masa sekarang ini belum terjadi, namun apa yang sudah Nabi sabdakan niscaya akan terjadi karena mendapat bisikan (wahyu) dari Yang Maha Menghendaki. Secara kronologis , sesudah manusia beriman dimasukkan  ke surga dan manusia kufur , jahiliyah, munafik , musyrik dimasukkan ke neraka, maka dipanggilah mereka dua golongan tersebut “ ya ahlal jannah, ya ahlannar….= wahai ahli surga , wahai ahli neraka.. . Kemudian ditampakkan kepada mereka sesosok makhluk ( semacam kambing) yang diletakkan di tempat ketinggian “ shirot “ /jembatan yang terlihat oleh kedua golongan tersebut. lalu mereka diseru :  “hal ta’rifuna hadha ? “ = adakah kamu semua tahu apa ini?”  . Na’am hadha almaut = ya , itu adalah kematian. Setelah mereka menyadari apa yang dibawa oleh malaikat adalah simbul dari “kematian” kemudian makhluk itu disembelih. Berikutnya diumumkan kepada kedua golongan : “khuludun fii ma tajiduna laa mauta fi ha abadan”= kekal di dalam apa yang telah kalian jumpai , tiada lagi kematian di dalamnya “ Hadits Ibnu Majdah juz 5 no hadits 1447
Prosesi hari kiyamat yang dimulai hancunya bumi langit, matinya seluruh makhluk termasuk para malaikat, yang tugasnya meniup sangkakala juga mati (kecuai Alloh SWT), bangkitnya seluruh manusia, proses hisab (timbangan amal) , pengampunan bagi yang menebus dosanya di neraka dan akhirnya berhasil dipindahkan ke surga, memakan waktu sekian lama ( Wa Allohu a’lam).
Nasib manusia yang dihukum di neraka masih dapat berubah, dari yang sebelumnya tinggal di neraka lalu dipindah ke surga sehingga ada hadits lain menceritakan tentang hamba yang terakhir masuk surga setelah dibui di neraka.
Namun sesaat setelah disembelihnya “ al-maut” maka mulai saat itu berlakulah program yang telah dicanangkan jauh-jauh oleh Alloh SWT “kehidupan yang tiada akhir lagi”…
Malaikat mengumandangkan “khuludun fii ma tajiduna laa mauta fi ha abadan”= kekal di dalam apa yang telah kalian jumpai , tiada lagi mati di dalamnya “
Tergantung tulisan taqdir manusia yang sudah terlanjur dicetak di louhil mahfudz tinggal di neraka ya kekal selamanya, yang beruntung di surga ya kekal abadi selama-lamanya…subhanalloh.
Kembali ke tema kita pada posting kali ini, bahwa manusia dapat menikmati sehat tidak akan sakit, hidup terus tidak akan mati, muda terus, cantik terus, ganteng terus (umur seusia Nabi Isa , berkisar 33 tahun, HR.Tirmidzi dari Muadz bin Jabal) tidak akan tua, dan bahagia terus tidak akan sedih adalah manakala di alam akhirat kelak manusia dapat berhasil masuk surga.
Sedangkan orang masuk surga atau neraka adalah merupakan akibat dari suatu sebab yang sedang kita lakukan di atas bumi ini, detik ini juga.
Lalu bagaimana tips agar kelak di akhirat dapat memasuki pintu surga? Masih dalam kaitan hadits di atas “bahwa surga yang diwariskan kepada kalian adalah karena apapun yang kalian amalkan” Al-Quran Surah Zukhruf (43); 72.
Saatnya sekarang kita beramal, jangan tunda-tunda lagi !
Tapi tuggu dulu ! ibarat bekerja kita mesti paham apa yang diperintahkan oleh majikan untuk dikerjakan supaya kerjaan kita sesuai dengan order dan mendapat upah, maka beramal juga harus belajar mengaji dulu agar kelak di akhirat amal kita dinilai sah, diterima dan diberi upah/pahala = surga.
Selengkapnya...

4/02/2012

Rekontruksi Jasad Manusia di Akherat


‘An Abi Ghuroiroh anna Rasulallohi Sollallohu ‘alaihi wa salam qola ” Kullu ibni Adam tak kulul ardhu il-la ‘ajba dhanabi min-hu khuliqo wa fi hi yurok-kabu”
Dari Abi Ghuroiroh sesungguhnya Rosalulloh SAW bersabda ” Semua anak Adam (di) makan bumi kecuali tulang ekor, darinya diciptakan dan disusun kembali (di akhirat) ” Kitabus-Sunah HR Abu Dawud
Kelahiran bayi manusia dari seorang ibu ke bumi adalah sebuah pertanda manusia tersebut menapaki tahapan dari sekian proses etape kehidupan.
Demikian juga kematian manusia merupakan peralihan dari ruang dunia ke ruang berikutnya , alam kubur.
Kelahiran dan kematian manusia seakan menjadi fenomena keseharian sebagian kejadian alam semata. Padahal tidak sedikit bahan maupun obyek yang dapat dijadikan perenungan yang membawa penyadarkan manusia terhadap kekuasaan Sang Penciptanya, bagi orang yang mau menggunakan intuisi akalnya.
Manusia lahir ke dunia sudah dibekali ilham (dorongan jiwa) ” Maka Alloh mengilhamkan kepada jiwa (manusia) jalan kefasikan dan ketaqwaannya”   Al Quran Surah Asy-syams(91);8.
Nasib manusia yang akan dirasakan di akhirat merupakan akibat dari sikap dan amalnya di dunia, sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya dan kemudian menumbuhkembangkan menjadi orang beriman memahami firmanNYA dan taat kehendak Alloh SWT, dan sungguh rugi orang mengotori jiwannya dengan dengan berbagai macam kotoran sehingga hatinya tertutup untuk menerima nilai kebenaran hakiki dari firman Alloh dan tuntunan Rosululloh SAW.
Manusia boleh mati, manakala jasad ditinggalkan nyawa/sukma, fisik yang gagah , wajah nan rupawan menjadi tidak berarti lagi, liang kubur menanti.
Namun arwahnya akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan amalannya.
Jasad dalam kubur boleh membusuk , namun di alam akhirat dengan berbekal sedikit saja materi dari tukang ekor, rekonstruksi tubuh manusia di alam akhiratpun disusun kembali.
Percaya atau tidak, dikembalikan kepada pembaca.
Namun beruntung bagi yang percaya, karena dengan itu akan mudah untuk mendekatkan kepada ketaqwaan.
Selengkapnya...

Mensyukuri yang Sedikit


Orang yang tidak pernah memuji Allah atas nikmat air dingin yang bersih dan segar, ia akan lupa kepada-Nya jika mendapatkan istana yang indah, kendaraan yang mewah, dan kebun-kebun yang penuh buah-buahan yang ranum.

Orang yang tidak pernah bersyukur atas sepotong roti yang hangat, tidak akan pernah bisa mensyukuri hidangan yang lezat dan menu yang nikmat. Orang yang tidak pernah bersyukur dan bahkan kufur tidak akan pernah bisa membedakan antara yang sedikit dan yang banyak. Tapi ironisnya, tak jarang orang-orang seperti itu yang pernah berjanji kepada Allah bahwa ketika nanti Allah menurunkan nikmat kepadanya dan menyirami mereka dengan nikmat-nikmat-Nya maka mereka akan bersyukur, memberi dan bersedekah.

Dan, di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh." Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). (QS At-Taubah: 75-76)

Setiap hari kita banyak melihat manusia model ini. Hatinya hampa, pikirannya kotor, perasaannya kosong, tuduhannya kepada Rabbnya selalu yang tidak senonoh, yang tidak pernah memberi karunia yang besarlah, tidak pernah memberinya rezkilah, dan yang lainnya. Dia mengucapkan itu ketika badannya sangat sehat dan serba kecukupan. Dalam kemudahan yang baru seperti itu saja, dia sudah tidak bersyukur. Lalu bagaimana jika harta yang melimpah, rumah yang indah, dan istana yang megah telah menyita waktunya? Yang pasti dia akan lebih kurang ajar dan akan lebih banyak durhaka kepada Rabbnya.

Orang yang bertelanjang kaki, karena tidak punya alas kaki mengatakan, "Saya akan bersyukur jika Rabbku memberiku sepatu." Tapi orang yang telah memiliki sepatu akan menangguhkan syukurnya sampai dia mendapatkan mobil mewah.

Kurang ajar sekali. Kita mengambil kenikmatan itu dengan kontan, namun mensyukurinya dengan mencicil. Kita tak pernah bosan mengajukan keinginan-keinginan kita, tapi perintah-perintah Allah yang ada di sekeliling kita lamban sekali dilaksanakan.
Selengkapnya...

3/16/2012

Sebuah Refleksi Dalam Mencari Pasangan

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu maka sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 Karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja Dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit. Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya.

Mereka datang dari semua penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk
merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan. Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka.

Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba Bertanya kepada salah seorang rakyatnya, “Apa yang kau amat-amati, sehingga setengah hari kau habiskan waktumu disini?”,

“Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu”, jawab orang itu

lalu tanya prajurit itu lagi “Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya, sedangkan waktumu sangat terbatas?”,

“Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis”. jawab orang itu lagi

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya

“Hai orang kaya, apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?”,

“Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah kekayaanku”.jawab orang kaya itu

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, Maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu

“Mengapa engkau diam disini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?”, mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja,

maka prajurit itu bertanya lagi “Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?”,

orang itu masih terdiam.prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi

“Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?”, sambil menatap prajurit,

orang itu menjawab “Tuan, saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu”,

“Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu” tanya prajurit itu lagi.

“Tuan, emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting” jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran “Mengapa bisa begitu?”,

“Bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas, tuan”

prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya

“lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil”,

“Tidakkah engkau dapat mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?” tanya prajurit lagi,

“Saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni”,


tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka.Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata

“wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja” kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya.

Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya, raja ingin memberitahu tentang satu hal

“Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya”.

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.


Kisah di atas dapat direfleksikan dalam mencari pasangan hidup:

1. Bagi yang sedang mencari pasangan (setengah hari untuk memilih)

Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.

2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan)

Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat, ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu kalau kita melepaskannya kita akan mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara obyektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya. Begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah.

Tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak, “cinta selalu berjuang”, dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin), Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda.

Yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya.Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan)

Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puasdengan diri pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.


Jadi percayalah kalau Allah pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???, Ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Allah berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Allah, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.
Selengkapnya...

3/08/2012

Empat Manfaat Amar Ma’ruf Nahi Munkar


Amar = amaro, yu’miru, muru = memerintah , menyeru
Ma’ruf = arofa, yu’rofu, irfa’ = mengangkat, ma’ruf = sesuatu yang diangkat.
Nahi = naha , yanha , yunha = mencegah, melarang
Munkar = nakaro, yunkiru = menginkari / menghindari ,
Dari beberapa perubahan bentuk kata ( tashrifan) di atas, maksud secara kesemuanya dari ” Amar Ma’ruf Nahi Munkar ” adalah memerintah kepada kebajikan/ segala yang terpuji menurut agama, dan mencegah dari perbuatan yang diingkari menurut agama karena kejelekannya.
Beberapa manfaat dari amar ma’ruf nahi munkar yang berhubungan dengan ayat al-Quran dan al-hadits antara lain :
1#.Menghendaki Keberuntungan
Al-Quran Surah Ali Imron (3); 104 “ wal takun minkum um-matun yad’una ilal khoiri wa ya’murun a bil ma’rufi wa yanhauna ‘anil munkari, w aula=ika humuml muflikhun”
Dan hendaklah dari kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan dan mengajak kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar (ma’siyat) dan mereka itulah orang yang beruntung”
Alloh SWT mengingatkan kepada hambanya agar dalam suatu komunitas masyarakat ada umat yang sanggup melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Kebajikan yang dimaksud tentu saja “baik” dalam pandangan Alloh SWT sebagaimana hikmah/pengertian yang sudah ditorehkan dalam mushaf Kitab Suci Al-Quran beserta penjabarannya dalam sunah (tuntunan) Rosulullohi SAW pada lembaran kitab hadits-hadits sohih.
Salah satu bentuk ajakan adalah dengan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui forum pertemuan rutin warga, pengajian umum, kuliah subuh maupun melalui media cetak maupun elektronika. Adapun bentuk yang fleksibel dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja secara perorangan face to face. Target utama dari kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adalah terwujudnya pribadi yang dapat “menterjemahkan“ tuntunan perilaku sebagaimana yang tertuang dalam Kitab Suci Al-Quran dan al-Hadits dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Kondisi ideal yang diharapkan adalah terciptanya suasana dalam keluarga saling mengingatkan satu sama lain, mengarahkan kepada kebenaran ( barang haq ) di jalan Alloh SWT , kemudian meluas kepada masyarakat luas. Orang-orang yang senantiasa saling bernasihat , berwasiat dengan barang haq maka tidak akan tergolong orang yang rugi.
“ Wal ‘ashri in-nal insana la fii khusrin il-lal-ladhiina amanu wa ‘amilus-sholihati wa tawashou bil haqi wa tawashou bis-shobr” QS Al-‘Ashr (103); 1-3.
Demi masa, sesungguhnya manusia niscaya dalam keadaan rugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih dan saling berwasiyat (nasihat) untuk (menetapi ) kebenaran haq dan saling berwasiyat (dengan ) shobar ( dalam menentapi barang haq tersebut).
Barang siapa yang sanggup melakukan amar ma’ruf nahi mungkar maka merekalah ( yang mengajak dan yang diajak) akan memperoleh keberuntungan. Hidupnya di dunia mendapat bimbingan, pertolongan dan ridhoNYA dan di akhirat diberikan kehidupan yang baik, digolongkan orang-orang solihin dimasukkan ke dalam rohmatnya di kehidupan yang abadi.
2#. Menghindarkan Adzab Alloh di Dunia dan Akhirat.
Wa qola Rosulullohi SAW “ ma min qoumin yu’malu fi him bil ma’ashi hum a’azu wa aktsaru mi man ya’malu fa lam yughoy-yiru ‘alaihi il-la ‘am-mahumullohu bi ‘iqobin “ HR Ahmad bin Hanbal , Kitabulkhotbah hal.71
Dan bersabda Rosulullohi SAW ‘ tidak ada dari suatu kaum yang di dalamnya dikerjakan ma’siyat, kaumnya lebih mulya dan lebih banyak daripada yang melakukan ma’siyat, kemudian mereka tidak merubah (mencegahnya) kecuali Alloh akan meratakan kepada mereka dengan siksaan”
Dengan menggalakkan amar ma’ruf nahi munkar diharapkan masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Alloh , gemar melakukan amal sholih dalam mengharapkan ridhonya dan takut akan ancaman siksaan Alloh sehingga menjauhkan dari perbuatan ma’siyat / melanggar larangan agama.
Musibah bencana alam yang sering terjadi melanda suatu negeri boleh jadi memang peringatan Alloh SWT atas keadaan moral dan mental masyarakat yang semakin jauh dari nilai ilahiyah, lebih mudah terseret dalam berbagai bentuk pelanggaran “aturan main” yang sudah digariskan oleh Alloh dan utusanNYA yang semestinya diperankan manusia selama hidupnya di dunia.
3#. Harapan Terkabulnya Do’a
Wa qola Rosulullohi SAW ‘ala minbar “ Ya ay-yuhan-nasu in-nalloha yaqulu lakum < muruu bil ma’rufi wan-hau ‘anil munkari qob-la an tad’uni falaa ujibukum wa tan tashiruni falaa an shurukum wa tas-aluni falaa u’tikum> HR Ahmad bin Hambal Mukhtarul Adilah Kitabul Khutbah hal.70-71
Dan bersabda Rosulullohi SAW di atas mimbar “ Hai manusia sesungguhnya Alloh berfirman kepadamu < serulah kepada kebaikan dan cegahlah dari kemungkaran sebelum doamu tidak Aku kabulkan dan sebelum permintaan pertolonganmu tidak aku beri pertolongan dan sebelum permintaanmu tidak Aku berikan>”
Matan (isi) hadits qudsi ( firman Alloh SWT langsung didengar sohabat tidak termuat di dalam mushaf al-Quran) di atas menjelaskan bahwa terkabulnya doa, kemudahan pertolongan dari Alloh SWT dan terkabulnya permintaan seorang hamba ada hubungan erat dengan sejauh mana dia ber-AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR.
Sebenarnya masing-masing dari kita dapat melaksanakan aktifitas ber-AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.
Tiada seorangpun yang tidak ingin doanya terkabul, tidak ingin mendapat pertolongan Alloh dan tidak ingin permintaannya dipenuhi , untuk itu tidak perlu lagi menunda-nunda.
Saya mengajak kepada pribadi saya sendiri juga kepada Saudara-saudaraku dimana saja berada , sekarang juga mari kita ber-AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR.
4#. Wujud Perjuangan di Jalan Alloh SWT
‘An Abi Said al-Khud-ri an-na rojulan ata Rosulallohi SAW fa qola ya Rosulalloh ay-yu nasi afdholu qola man jahada bi nafsihi wa malihi fii sabilillah tsuma man ya Rosulalloh ? tsuma mu’min fii syi’bin minas-syi’abi yat-taqillaha wa yada’an-nasa min syar-rihi” HR Nasa-I jus 6 hal.11
Dari Abu Said al-Khud-ri sesungguhnya seorang laki-laki datang kepada Rosulullohi SAW dan berkata wahai Rosululloh manakah manusia yang paling afdhol? Bersabda Rosul orang yang berjuang dengan diri dan hartanya di jalan (agama) Alloh. Kemudian siapa wahai Rosululloh? Bersabda kemudian seorang mu’min yang berdiam di suatu jurang diantara beberapa jurang karena bertaqwa kepada Alloh dan menjauhkan diri dari manusia karena (takut terpengaruh) kejelekannya.
Dari hadits di atas dijelaskan manusia yang paling afdhol adalah yang sanggup memperjuangkan tegaknya agama Allloh dengan menggunakan diri dan harta.
Lebih jelas lagi HR Nasa-i jus 6 hal 51 ‘an Anas qola qola Rosulullohi SAW jahiduu bi amwalikum wa alsinatikum wa amwalikum”
Dari Anas berkata bahwa Rosulullohi SAW bersabda berjuanglah dengan tanganmu dan lisanmu dan hartamu “
Sungguh karunia dan anugerah Alloh SWT senantiasa dilimpahkan bagi orang yang sanggup menyebarluaskan , menegakkan agama Alloh dengan apa yang dimilikinya. Tangan , lisan dan tentu hartanya “diperbantukan “ untuk memperjuangakan kemuliaan kalimat Alloh.

Selengkapnya...

3/07/2012

Karena Hidup Ini Seperti Permainan


Mengapa Mempelajari Agama itu Penting ?
Wah, yang jelas jawabannya banyak dan bermacam-macam , tapi salah satunya adalah ” Karena Hidup ini Permainan ! “
Seakan seperti permainan tebak tepat, dan pasti harus cepat. Kita diberi soal/kuis, kalau mampu menyelesaikan berdasarkan panduan yang sudah diberikan dalam waktu yang diberikan maka akan mendapatkan hadiah.
Tetapi jika waktu sudah habis belum selesai mengerjakan soal, atau cukup waktu tapi salah dalam mengerjakannya soal, ya berarti kalah / tidak mendapat hadiah, malah bisa dapat hukuman.
Apa makna semua ini ?
Al-Quran Surah Al-An’am (6);32 “ wa mal hayatudun-ya il-la la’ibun wa lahwun wa ladarul achirotu choirul-lil-ladziina yat-taquun, afalaa ta’qiluun? “
Dan tidak ada kehidupan dunia itu kecuali permainan dan kepura-puraan, dan niscaya akhirat adalah (kehidupan) yang lebih baik, apakah kamu tidak berfikir-fikir? ”
Waktu yang sangat pendek di dunia ini segala sesuatunya cepat berubah, membuat kita heran, di luar pikiran manusia. Dunia adalah main-main, sebagian pengertiannya bahwa seorang hanya dengan bermain-main dalam arti sesungguhnya , contoh : main bola, main filem tetapi dipersungguh menjadi hobi dan akhirnya jadi profesi, nah dengan main bola bisa dapat “keduniaan” dapat bayaran yang mahal cukup bahkan bisa hidup di dunia dengan kemewahan dan gemerlapan. Tentu saja main bola yang profesional , tapi kan tetap “main bola”. Seperti David Beckam, Maradona ..siapa lagi
Orang yang susah, hidupnya sengsara dalam waktu relatif singkat berubah jadi kaya , demikian sebaliknya, segala sesuatu berubah demikian cepat seakan tiada kepastian dan tiada yang kekal. Macam-macam perasaan di dunia ini capek, pusing, bingung, kecewa, sedih, loyo, putus asa, merana juga gembira, suka, semangat, bahagia semua bertukar dalam diri manusia.
Tetapi bagi orang yang taqwa hidup di achirat itu lebih baik daripada di dunia. ya, akhirat adalah masa kehidupan yang terakhir dimana kehidupan yang kekal, tdak ada lagi perubahan perasaan baik orang yang tinggal di surga maupun yang di neraka.
Lalu bagaimana dapat hidup di achirat dalam keadaan lebih baik daripada di dunia?
Kembali pada awal tulisan ini, dapatkah kita menemukan jawaban yang tepat untuk mengerjakan soal?
Soalnya sudah dibeberkan dan prosedur teknis pengerjaan soal serta panduannya , bahkan kunci jawabannya pun sudah tersedia , kesemuanya tersimpan dalam Al-Quran dan Hadits
Umur yang diberikan oleh Alloh SWT kepada kita ibarat “countdown time” hitungan waktu mundur
. (wah seperti astronout menghitung angka sebelum pesawat roket lepas landas, 5..4..3..2..1..0 ), cuma kita dapat jatah umur berapa, itu urusan Alloh SWT.
Kalo dalam umur kita yang sangat terbatas ini kita dapat menemukan dan mengerjakan perintah Alloh SWT dalam al-Quran beserta petunjuk teknis pelaksanaan dalam al-Hadits serta sesuai dengan “kunci jawaban” yang juga sudah tersedia, maka bakal mendapat hadiah. Tetapi kalau kita santai-santai tidak serius dalam mencari jawaban, bisa-bisa jawaban kita salah.
Lebih parah lagi kalau sampai ada yang tidak sadar bahwa kita diberi soal untuk segera dikerjakan. wah , apa yang bakal didapatkan, tidak lain adalah hukuman.
Hadiah atau hukuman itu akan diberikan setelah kita berada di liang kubur ! masyaAlloh
Gak percaya ? mau coba-coba ?
Wah, jangan deh. Mending percaya dari sekarang, sebab kalo baru percaya sudah di alam kubur, tidak ada gunanya lagi alias bakal sengsara mulai prosesi kiyamat apalagi di alam akhirat yang langgeng , tak ada batasnya.
Itulah pentingnya kita belajar ilmu agama, ayo buruan miliki kitabnya, beli Al-Quran dan Al-Hadits.
Buanyak sekali yang mesti kita ketahui loh,
Semoga kita gak keduluan kehabisan jatah umur kita, sebelum menemukan “kunci jawaban”.
Amin
Selengkapnya...

3/02/2012

Bibir Bengkak Melepuh di Dalam Neraka


Panas api neraka 70 kali lipat panas api dunia sanggup meluluh lantakkan apa saja yang masuk ke dalamnya.
“ An Abi Sa’id al-Khudri ‘ani Nabi SAW qola wa hum fi ha kalihun qola tasywihi naru fataqol-lasu syafatuhul ‘ulya hat-ta tablugho wasato ro’sihi wa tastarkhi syafatuhu sulfa hat-ta tadhriba sur-rotahu “ HR Tirmidzi juz 4 Fii Mukhtarul Adilah Kitabu Sifati Jannati wa nar hal 45
Dari Abu Sa’id al Khudri dari Nabi Muhammad SAW bersabda “Wa hum fi ha kalihun” bersabda Nabi, api neraka mengelupaskan maka bibir atasnya penghuni neraka hingga membengkak sampai ke tengah kepala dan menjulur bibir bawahnya hingga ke tengah-tengah pusar.
Nah , inilah apa yang Rosululloh jelaskan mengenai tafsir QS al-Mu’min (23) ;124 yang berbunyi “ wa hum fi ha kalihun “ = dan mereka di dalam neraka “ njeber” , ini istilah ( Jawa) yang saya terima dari guru mengaji untuk menjelaskan bahwa bibirnya melebar karena bengkak dan sakit.
Api neraka yang demikian dahsyat panasnya menghancurkan segala apa yang masuk didalam neraka. Manusia yang Alloh hidupkan di muka bumi, namu tidak mengindahkan firmannya menjadi penghuni neraka, disiksa oleh Alloh dengan berbagai macam siksaan sehingga bibir yang atas melepuh bengkak hingga menutupi wajah bahkan sampai tengah kepala, sedangkan bibir bawah bengkak menjulur hingga ke pusat.
Subhanalloh !
‘ An Abu Huroiroh ‘ani Nabi SAW qola narukum hadhihi lati tuqiduna juz-un wahidun min sab’iina juz’an min har-ri jahannam, qolu : wallohi in kanat lakafiyatan ya Rosulalloh , qola fa in-naha fidhilat bi sab’ina wa sitiina juz-an kul-luhunna mitslu har-ri ha. HR. Tirmidzi juz 4 hal.710.
Dari Abu Huroiroh dari Nabi SAW bersabda api kamu yang kamu nyalakan ini (di dunia) adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya jahannam, mereka berkata “ demi Alloh sesungguhnya api dunia niscaya cukup panas wahai Rosululloh. Nabi bersabda maka sesungguhnya api dunia ini dilipatkan dengan enam puluh bagian , semuanya semisal panasnya neraka jahannam.
Siapa main api terbakar ! tapi jangan coba-coba melupakan firman Alloh SWT, Kalau Alloh SWT sudah murka maka akan menyiksa dengan keras belum pernah ada seorangpun yang menyiksa sebagaimana siksaan Alloh SWT.
Kita tentu berharap sebaliknya, bukan !
Rohmat dan kasih sayang yang Alloh SWT limpahkan kepada hambanya yang taat.
InsyaAlloh.
Selengkapnya...

2/17/2012

‎''Kisah Pohon Apel''


Sebagian dari kita mungkin sudah pernah membaca cerita ini tapi apa salahnya saya muat kembali di Blog ini, buat saudara-saudara kita yang belum pernah membaca cerita ini dan sebagai bahan review buat yang sudah pernah membaca.
Semoga bermanfaat ...
Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar.Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas- puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainann ya. Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut.
Masa berlalu… anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel
tersebut dengan wajah yang sedih.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku, ” ajak pohon apel itu.
“Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau,” jawab remaja itu.
“Aku mau mainan. Aku perlu uang untuk membelinya ,” tambah remaja itu dengan nada yang sedih.
Lalu pohon apel itu berkata,
“Kalau begitu, petiklah/ apel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli mainan yang kau inginkan.”
Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel di pohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih.
Masa berlalu…
Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku, ” ajak pohon apel itu.
“Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku . Bisakah kau menolongku ?” Tanya anak itu.
“Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kau boleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya.”
Pohon apel itu memberikan cadangan. Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong ke semua dahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya . Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannya merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.

Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan dewasa.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku, ” ajak pohon apel itu.
“Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai perahu. Bolehkah kau menolongku ?” Tanya lelaki itu.
“Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong batang pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan dapat belayar dengan gembira,” kata pohon apel itu.
Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu.
Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin di mamah usia, datang menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu.
“Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada kau. Aku sudah memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat perahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati…” kata pohon apel itu dengan nada pilu.
“Aku tidak mahu apelmu karena aku sudah tiada bergigi untuk memakannya , aku tidak mahu dahanmu kerana aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mau batang pohonmu karena aku tidak berupaya untuk belayar lagi, aku merasa
lelah dan ingin istirahat, ” jawab lelaki tua itu.
“Jika begitu, istirahatlah di perduku,” kata pohon apel itu. Lalu lelaki tua itu duduk
beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangis kegembiraan.
Tahukah kamu. Sebenarnya , pohon apel yang dimaksudkan di dalam cerita itu adalah kedua-dua ibu bapak kita. Saat kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita di dalam kesusahan. Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini melayani ibu bapak mereka. Hargailah jasa ibu bapak kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa menyambut hari ibu dan hari bapak setiap tahun.
***

Allah SWT berfirman :
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkan-nya dengan susah payah (pula). Mengandung nya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: “Ya Tuhanku, tunjukanlah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhn ya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [Q.S 46:15]
Selengkapnya...

2/09/2012

Siapa Bilang jadi Muslimah Berat


Kaum feminis bilang susah jadi WANITA(baca Muslimah), lihat saja peraturan di bawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak dari pada laki2.)
2. Wanita perlu meminta izin suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3.Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki
4. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan sakitnya melahirkan anak
5. Wanita wajib taat pada suaminya , sementara suami tidak perlu taat kepada istrinya.
6.Talak terletak di tangan suami dan bukan di tangan istri
7. Wanita kurang dalam beribadat karna adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki


PERNAHKAH PARA WANITA MELIHAT SEBALIKNYA(KENYATAANNYA):

1. Sesuatu yang mahal harganya dan sangat bernilai tentu akan disimpan dan dijaga sedemikian mungkin… Coba bayangkan, sudah sepatutnya intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Begitu juga dengan perempuan yang di jaga dengan hijab (jilbab).
2. Wanita memang perlu taat kepada suami, tetapi tahukah anda kalau lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada ayahnya.
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah kita bahwasanya harta yang yang diterima wanita adalah mutlak miliknya pribadi dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya,sementar apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib menggunakan hartanya Untuk istri dan anaknya.
4.Wanita perlu bersusah payah melahirkan seorang bayi , tetapi bukankah saat itu ia akan di doakan seluruh makhluk dan malaikat, dan tahukah anda kalau ia meninggal karna melahirkan maka syahidlah balasannya dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggung jawabkan terhadap 4 wanita yaitu : istrinya,ibunya, anak perempuannya,dan saudara perempuannya, artinya seorang wanita di akhirat kelak akan Ditanggung oleh suami,ayah,anak lelakinya dan saudar lelakinya. Tidakkah itu kebahagian untuk anda…
6.Seorang wanita boleh memasuki pintu surga yang ia kehendaki, cukup dengan 4 syarat saja:Shalat 5 waktu,puasa ramadhan,taat pada suami dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad fi sabilillah , sedangkan wanita apabila ia taat pada suaminya dan menunaikan tanggung jawabnya pada Alloh maka ia akan mendapat pahala yang sama seperti pahala suaminya yang berjihad.

BERBAHAGIALAH WAHAI PARA MUSLIMAH, JANGAN RISAU HANYA UNTUK APRESIASI ABSURD DAN SEMU DI DUNIA INI. TUNAIKAN DAN TEGAKKAN KEWAJIBAN AGAMAMU NISCAYA SURGA MENANTIMU.
Selengkapnya...

2/05/2012

Tata Krama


Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ajaran tata krama dari Allah, termasuk di antaranya mengenai menjawab dengan indah pada cemoohan yang membencikan. Oleh karena itu Walid bin Mughirah yang benci dan memusuhi Islam memuji Al-Qur’an setinggi langit. Umar bin Khatthab yang akan menghajar seorang yang masuk Islam, tiba-tiba justru insaf dan menyatakan Islam setelah mendengar Al-Qur’an dibaca. Bahkan Al-Qur’an yuchayyiru albaabal Arab, artinya: Membuat orang-orang pandai dari Arab terheran-heran dengan keindahannya yang sempurna. Ketika orang kafir bernama Ash bin Wail mencemooh kekuasaan Allah menghidupkan dari kematian dengan kalimat, “Masyak jika saya telah mati akan dikeluarkan lagi dari perut bumi dalam keadaan hidup?,” dipastikan Allah murka.[1] Tetapi Allah yang maha pengasih dan maha alim menjawab dengan puitis sopan dan indah sekali, sambil menebarkan ilmu:

وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا (66) أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا (67) فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا (68) ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيًّا (69) ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَ هُمْ أَوْلَى بِهَا صِلِيًّا (70) وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا (71) ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا (72) وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا (73) وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا (74) قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَنُ مَدًّا حَتَّى إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا (75) وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَرَدًّا (76) أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا (77) أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَنِ عَهْدًا (78) كَلَّا سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّا (79) وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا (80)
Artinya:
Manusia berkata, “Masyak jika saya telah mati niscaya akan dikeluarkan lagi dalam keadaan hidup?.”
(Allah menjawab), “Masyak dia tidak ingat bahwa sungguh Kami lah yang telah membuat dia sebelum itu, ‘padahal (tadinya) bukanlah sesuatu?’.
Demi Tuhanmu niscaya sungguh mereka dan para syaitan akan Kami kumpulkan lalu Kami hadirkan di sekeliling Jahannam dalam keadaan bersimpuh.
Lalu sungguh Kami akan mengambil dari tiap-tiap golongan: mana mereka yang lebih sangat menentangnya pada Rohman (Allah).
Lalu niscaya Kami akan tahu pada orang-orang yang lebih berhak memasukinya.
Tak seorang pun dari kalian kecuali pasti mendatangi padanya: telah menjadi ketetapan yang diputuskan atas Tuhanmu.
Lalu Kami akan menyelamatkan orang-orang yang telah bertaqwa, dan meninggalkan orang-orang lalim di dalamnya dalam keadaan bersimpuh.
Ketika ayat-ayat Kami yang keadaannya jelas dibacakan pada mereka, orang-orang yang telah kafir berkata pada orang-orang yang telah beriman ‘mana dua golongan (kami dan kalian) yang kedudukannya lebih baik dan golongannya lebih elok?’.
Padahal banyak golongan sebelum mereka yang telah Kami rusak: harta dan pandangan mereka lebih elok.
Katakan (hai Muhammad) ‘barang siapa telah di dalam kesesatan, semoga Rohman (Allah) memanjangkan dengan benar-benar panjang untuknya, hingga ketika telah melihat yang diancamkan: mungkin adzab; mungkin kiamat, maka mereka akan tahu siapa tempatnya yang lebih elek dan golongannya yang lebih lemah’.
Dan Allah akan menambah petunjuk pada orang-orang yang mencari petunjuk; sementara (baqiyatus shaalihaat) beberapa ketetapan yang baik, lebih baik pahalanya dan tempat kembalinya di sisi Tuhanmu.


Apa kau telah mengerti orang yang telah mengkufuri ayat-ayat Kami dan berkata ‘niscaya sungguh saya (besok) akan diberi harta dan anak?’. Apa dia menengok barang ghoib ataukah telah mengambil pesan (tiket) di sisi Rohman?.
Jangan begitu, Kami akan mengutib yang ia katakan dan akan memanjangkan siksa benar-benar panjang untuknya. Dan yang dia katakan akan Kami waris dan dia akan datang sendirian pada Kami.”  


Oleh karena itu nabi SAW juga sopan sekali terhadap orang-orang kafir dan kaum Yahudi yang selalu mencemoohnya. Para sahabat, para tabi’iin, para ulama juga begitu. Para sahabat nabi berkata kasar hanya dalam kondidi perang. A’isyah pernah berbuat kasar pada kaum Yahudi yang tidak sopan, tetapi nabi menasehatinya :
صحيح البخاري ـ حسب ترقيم فتح الباري - (8 / 14)
6024- حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللهِ ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ ، عَنْ صَالِحٍ ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ دَخَلَ رَهْطٌ مِنَ الْيَهُودِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكُمْ قَالَتْ عَائِشَةُ فَفَهِمْتُهَا فَقُلْتُ وَعَلَيْكُمُ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ قَالَتْ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَهْلاً يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ ، فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ وَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ.
Artinya (isnadnya tidak diartikan):
Sesungguhnya A’isyah RA istri nabi SAW berkata, “Sekelompok kaum dari Yahudi memasuki ruangan Rasulillah SAW untuk berkata ‘assaamu alaikum’.”[2]
A’isyah berkata, “Saya memahami kalimat itu. Sontak saya menjawab ‘wa alaikumussaamu wallanah’,” artinya: Semoga kalian juga dilanda kematian dan laknat.
Sontak Rasulillah SAW bersabda, “(Menjawabnya) yang lembut ya A’isyah, sungguh Allah cinta kelembutan dalam perkara semuanya.”
A’isyah berkata, “Saya sontak menjawab ‘ya Rasulallah, apa baginda tidak mendengar yang mereka katakan?’.”
Rasulillah SAW bersabda, “Sungguh saya tadi telah mengucapkan ‘wa alaikum’ kok.”
Wa alaikum artinya: Semoga kalian juga begitu. Tulisan ini berhubungan dengan yang di:http://www.mulungan.org/2011/07/berbicara-indah-saat-marah.html
[1] Bukhari meriwayatkan:
صحيح البخاري ـ حسب ترقيم فتح الباري - (4 / 129)
3193- حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، عَنْ أَبِي أَحْمَدَ عَنْ سُفْيَانَ ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ ، عَنِ الأَعْرَجِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أُرَاهُ يَقُولُ اللَّهُ شَتَمَنِي ابْنُ آدَمَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَشْتِمَنِي وَتَكَذَّبَنِي وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَمَّا شَتْمُهُ فَقَوْلُهُ إِنَّ لِي وَلَدًا وَأَمَّا تَكْذِيبُهُ فَقَوْلُهُ لَيْسَ يُعِيدُنِي كَمَا بَدَأَنِي.
Artinya (isnadnya tidak diartikan):
Dari Abi Hurairah RA: Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman ‘anak Adam telah mencaci-maki padaKu, padahal dia tak berhak mencaci-makiKu, dia juga mendustakanKu, padahal dia tak berhak melakukannya’. Adapun caci-makiannya adalah pernyataannya ‘sungguh Aku (Allah) berputra’, dan adapun mendustakannya adalah pernyataannya ‘Dia (Allah) takkan mengembalikanku (hidup lagi) sebagaimana telah membuatku (anak Adam) pertama kali’.”
[2] Artinya: Semoga kematian melanda kalian.
Selengkapnya...

Terjemah